Aku mengetik beberapa kata dengan cepat. Semua huruf saling bertukar tempat kecuali huruf terakhir dan pertamanya.
'Terjadi lagi," keluhku dalam hati. Akhir-akhir ini memang ini sangat menggangguku. Banyak kata dalam kalimatku yang mengacau hurufnya. Dan ingatanku pun lebih sering aku lupakan.
Vanilla Yumehana adalah namaku. Rambut lurus berwarna hitam dengan mata berwarna coklat muda. Aku sangat suka Vanilla, bukan hanya karena itu namaku, tapi aku juga sangat suka berbagai hal berbau vanilla. My favourite taste.
Hasil lab terakhir memang buruk hasilnya. Aku harus melakukan beberapa pemeriksaan lagi Minggu depan. Tapi hidupku tak seburuk hasil lab itu. Sora Mirai mungkin lelaki yang serius, namun dia selalu berhasil menyemangatiku dengan tutur katanya yang lembut.
Kami membeli sebuah rumah kecil di pedesaan yang jauh dari pusat kota. Dia bilang itu lebih baik untuk kami agar dapat menenangkan diri. Sedikit sedih memang, menjauh dari teman dan sahabat kami. Tapi kami butuh ketenangan ini.
Kami sudah menikah setahun yang lalu. Usia kami memang masih sangat muda namun kami menikmati kepastian ini. Pekerjaan Sora menghasilkan cukup banyak uang. Kami dapat membeli segala hal yang kami butuhkan. Tapi inilah masa muda. Terkadang dia tak mengerti kesedihanku saat aku tengah sendiri. Tanpa teman bicara, tanpa kegiatan, tanpa hal baru.
Mungkin itu sulit untuknya terbiasa memliki seorang istri pendiam dan lebih suka mengurung diri bersamaku. Tanpa sepengetahuannya, beberapa teman wanitanya terus mengganggu pikiranku. Aku tau hatiku terlalu sensitif, mungkin itu sebabnya mereka tak suka padaku yang terus berlindung di balik tubuh Sora.
"Vanilla! Ahh . . syukurlah aku bertemu denganmu!"Ucap seseorang dari belakang seraya memelukku.
"Mikki?! Kau benar-benar mengagetkanku, ada apa?" tanyaku kaget. Mikki menatapku dengan tatapan jahilnya, "Tolong temani aku membeli beberapa perlengkapan menjahit, OK?"
Tanpa perlu menunggu jawaban dariku, dia sudah menarik tanganku untuk mengikutinya.
Mikki Akamizu adalah salah satu sahabat baruku. Dia tinggal di wilayah pertokoan di pusat kota. Rambut ikalnya selalu dibiarkan tergerai, dia bangga dengan warna rambut cokelat alaminya yang tak biasa. Mikki adalah gadis periang yang sangat baik. Dia pandai dalam segala hal dan sangat senang mengajariku beberapa ilmu yang dia milikki. Usianya lebih tua dariku namun dia terlihat seusiaku.
Kami memasuki sebuah toko bernama New World. Sebuah nama yang unik. Di dalamnya terdapat banyak akseasoris dan berbagai perlengkapan lucu yang dijual. Mikki tersenyum padaku, sudah pasti dia melihat dengan jelas kekagumanku pada tempat itu.
"Ahh. . lucunya, ini juga lucu, ini juga!" kataku sambil menunjuk sana sini.
"Iya semuanya lucu, aku juga sering sekali lupa membeli kebutuhanku karena aku membeli banyak hal yang tidak semestinya aku beli,"kata Mikki menenangkanku. Ibunya sangat suka membuat baju. Semua baju Mikki sampai sekarang masih dibuat oleh ibunya. Bahkan aku pun dibuatkan sebuah baju yang lucu.
"Datanglah ke rumahku, Kau harus menyehatkan tubuhmu dengan biaya yang murahkan?"kata Mikki saat kami akan meninggalkan toko itu. Aku terdiam. Orang tua Mikki bekerja sebagai herbalist, mereka sangat baik kepadaku dan sering memberikan obat herbal ketika aku sakit. Tapi aku sangat malu karena tidak dapat memberikan apa-apa untuk keluarganya.
Hei, Sora, Kenapa aku di kelilingi oleh orang-orang hebat yang sangat baik?
Bagaimana caraku membalas semua kebaikan mereka?
Apa kau juga tak masalah dengan kekuranganku?
Tiba-tiba semua menjadi gelap dan aku tak dapat merasakan tubuhku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar